Minggu, 22 Februari 2015

Kangen Band - Picisan Hati


Waktu Tidak Terasa Setahun Telah Berlalu
Aku Meninggalkanmu
Di Tepi Kota Ini Kita Telah Berjanji
Untuk Bertemu Lagi
*
Maafkanlah Diriku JiKa Melukaimu
Namun Bukan Maksudku
Bukalah Pintu Jiwamu Untuk Memaafkan Aku
Belahan Jiwaku
**
Apa Engkau Tak Merasa
Di Sini Aku Terluka
Apa Engkau Tak Meraba
Mengingatku Ku Kecewa
***
Aku Mohon Maafkanlah Aku Jika Melupakanmu
Namun Di Palung Hatiku Masih Tersurat Namamu
Aku Mohon Maafkanlah Aku Jika Mengabaikanmu
Namun Di Dasar Hatiku Masih Tertulis Namamu
( Ulang *, ** )
( Ulang *** )(2x)
Ooh (Maafkan Aku) Ooh

Kamis, 19 Februari 2015

apakah anda INGAT


Apakah Anda ingat panggilan larut malam kami? Aku hampir tidak ingat sekarang. Aku hanya bisa mengingat panggilan kita di mana aku menangis karena mimpi buruk, karena apa mantan saya lakukan untuk saya, karena peristiwa malang saya, dan semua kenangan buruk.

Aku seperti orang yang menyedihkan.

Ingat ketika aku menangis, dan bertanya, mengapa dunia begitu tidak adil? Kemudian Anda menjawab, adil tidak itu. Dan tidak akan pernah.

Aku datang untuk berpikir bahwa ... sebenarnya dunia ini adil. Tidak Untuk precised. Dunia tidak peduli. Ini hanya memberikan apa yang dimilikinya, dan mengambil apa yang layak.

Ini orang yang tidak adil. Mereka mengambil apa yang mereka tidak pantas, mereka menyakiti orang lain dan hal-hal. Mereka mencuri apa bukan milik mereka. Mereka menjaga hal-hal yang harus diberikan kepada orang lain.

Apakah Anda menyadari bahwa Anda benar-benar ... salah satu dari mereka? Orang-orang yang tidak adil.

Anda datang, Anda berbohong, Anda mengambil apa yang bukan milikmu, maka Anda pergi dengan segala sesuatu.

Jadi, ketika Anda mengatakan tidak ada yang adil. Anda harus mengatakan, wajar ada seseorang.

Agar adil dengan Anda, saya tidak adil juga. Aku memberi semua yang Anda tidak layak. Di atas segalanya, kepercayaan saya.

Saya kira, sebelum kita menyalahkan dunia dan mengatakan bahwa dunia ini tidak adil, kita harus berbaring, dan berpikir ... kita adil untuk diri kita sendiri dengan tidak memberi dan menerima apa yang tidak kita harus?

Selasa, 17 Februari 2015

Usai sudah

waktu itu berpengaruh
Ketika pdkt, bahan obrolan banyak dan ngga
berbatas. Sekarang, habis dan banyak lebih
banyak diem.
Waktu pdkt, nganterin ke rumahnya itu bahagia
banget, sekarang lewat rumahnya aja nyesek.
Pas pdkt, sekedar dengar namanya aja bisa bikin
happy. Sekarang yang dirasa malah sakit dan
menyayat hati.
Ketika pdkt, jarak saat mengunjungi itu rasanya
dekat dan singkat banget. Sekarang, jauh dan
ngebebanin.
Waktu itu pengaruh....

Sambil dengerin lagu kangen band "usai sudah"

Senin, 16 Februari 2015

X files queto last


kita memang bisa meninggalkan masalalu,
mimpi dan idealisme kita, namun kita tidak yakin
apakah semua itu suatu saat tidak akan
menghampiri kita .

PENGAKUAN

"I WAIT EVERDAY.I MISS .I THINK U IS SO HARD FOR IT UNTIL I DEATH.IS SO FOLISH."

Tidak ada komentar:

Apakah ada yang tahu?
Bagaimana rasanya mencintai seseorang yang
tidak boleh dicintai?
Aku tahu, hidup ini sungguh aneh juga tidak adil.
Suatu kali hidup telah melambungkanmu setinggi
langit.
Kali lainnya hidup menghempaskanmu seketika
begitu keras ke bumi.
Ketika aku menyadari dialah satu-satunya yg
paling ku butuhkan dalam hidup ini.
Kenyataan berteriak ditelingaku.
Ia juga satu-satunya orang yang tidak boleh ku
dapatkan.
Kata-kataku mungkin terdengar agak aneh dan
tidak masuk akal.
Tapi percayalah, aku rela melepaskan apa saja.
Melakukan apa saja, asal bisa bersamanya.
Tetapi, apakah manusia bisa mengubah
kenyataan yang sudah ada?
Satu-satunya yang bisa ku lakukan sekarang
adalah keluar dari hidupnya.
Aku tidak akan melupakan dirinya.
Tapi aku harus melupakan perasaanku
kepadanya.
Walaupun itu berarti, aku harus menghabiskan
sisa hidupku mencoba melakukannya.
Pasti butuh waktu lama untuk aku bisa menatap
tanpa merasakan apa yang aku rasakan setiap
kali aku melihatnya.
Mungkin suatu hari nanti, ya.
Aku tidak tahu kapan itu rasa sakit ini akan
hilang.
Dan setelah semua itu kami akan baru bertemu
kembali.
Memulai semua dari awal lagi.
Sekarang saat ini saja, untuk beberapa detik
saja, aku ingin bersikap egois.
Aku ingin melupakan semua orang.
Mengabaikan dunia.
Dan melupakan asal usul serta latar belakangku.
Tanpa beban, tuntutan atau harapan.
Aku ingin mengaku.
Aku pernah mencintainya dengan tulus tanpa
balas...