Rabu, 11 Maret 2015

APAKAH CINTA BENEREN ADA

I don’t think love exist.
Seriously.
Gini gini. The concept of love, was created from myth, legend, lies, you name it. Mereka ada di dalam kitab suci, ajaran filsuf, folklore, puisi, everything. Sampe kita akhirnya terdoktrin, dan percaya sama konsep cinta, jodoh, takdir. Percaya sebuta-butanya percaya kayak kita percaya sama agama.

Kita diajari kalau setiap manusia diciptakan berpasangan sejak awal. Kata kitab suci, puisi, dongeng, bahkan animasi hollywood. Semuanya mendoktrin kita dengan ide bahwa kita sudah punya seseorang yang akan jadi pasangan kita sejak kita belum lahir.

Saat kita akhirnya menemukan pasangan, I don’t think that is because he/she is our destiny, that we were meant to be together. Ini cuma perkara apa elo bisa horny sama dia atau nggak.

Basically kita ini kan makhluk sosial, kita gak bisa sendirian.
 Karena itu kita
keinginan dengan gagasan memiliki belahan jiwa ,
sementara sebenarnya itu cuma panggilan alam aja untuk hidup di dalam komonitas , mau bereproduksi, menjadi tua , biarkan anak-anak berkeliaran sendirian dan membangun sendiri komonitas nya . Terdengar akrab ? seperti Singa. Singa kayak gitu. Singa dan entah berapa 
 ratus atau ribu species hewan lainnya.
That’s why, kita nyari orang lain yang bisa jadi grup kita, dan, tentu saja, bisa bikin kita horny. Karena in the end yang paling penting adalah reproduksi. Saat kita jatuh cinta, yang ngomong tuh DNA, insting, nature call, bukan cinta.
Tidak ada hal seperti belahan jiwa
.
Logika aja lah. Kayak hewan yang akan nyari pasangan berdasrkan tingkat kesuburannya,hohoho, kesuburan, dan apakah bisa membuat keturunan yang baik atau nggak,
itulah bagaimana kita memilih pasangan kita
. Nyambung gak, sanggup menuhin kebutuhan saya nggak, body bagus nggak. Kemudian bibit unggul akan bertemu bibit unggul, yang mediocre akan memilih mediocre karena nggak sanggup bersaing, atau yang bibit unggul akan memilih siapapun yang bisa provide mereka secara material. Binatang juga kayak gitu kok. Ada yang attracts pasangan dengan cara membangun sarang sebagus mungkin.
Misalnya Miss A. Dia tahu dia bisa attracts males pake body dan paras yang so kemot, maka dia pamer. Gue punya segini, dan gue available. Mulailah kan pejantan berdatangan. Siapa yang akan dia pilih? Yang paling tampan, dan yang bisa bikin dia horny. Selesai. It’s never about soulmate.
It’s never about your heart telling you that he’s the one.
It only says, “
Ya Anda bisa bersex denagn si miss a , dia memiliki kualifikasi untuk mengembangkan anak-anak berkualitas tinggi . Plus, dia bekerja di perusahaan dihormati dengan gaji yang baik . Yay, Anda bisa menjadi cowo paling beruntung tanpa bekerja ! "
Tapi kita yang dengan tololnya menerjemahkan itu jadi, “Kayaknya dia jodoh gue, deh.”
Padahal mah cuma perkara sange dan gak mau hidup sendirian, tapi ribet banget pake bahasa yang dibagus-bagusin.
Ok guys, kayaknya saya butuh bir. Hahaha…
Anyway, kalau ada yang punya artikel yang bilang soulmate, jodoh, dll itu scientifically proven, please let me know. Oh dan jangan kasih saya reference dari any religious article, like hell I would believe that.
Thanks!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar